3 Tanda Kehancuran NATO di area Depan Mata, Salah Satunya Peluang Penarikan Diri Anggota Kunci Utama

BRUSSEL – Terdapat beberapa tanda kehancuran NATO yang tersebut telah di area depan mata. Salah satunya yang tersebut paling jelas adalah retaknya solidaritas antar negara anggotanya.
Pakta Keamanan Atlantik Utara (NATO) sudah pernah lama menjadi pilar utama keamanan serta pertahanan kolektif bagi negara-negara Barat.
Sejak pendiriannya pada 1949, aliansi militer ini berhasil mempertahankan stabilitas kawasan Eropa lalu sekitarnya, teristimewa pada menghadapi ancaman dari musuh-musuhnya.
Namun, dalam berada dalam dinamika geopolitik yang terus berkembang, muncul beberapa tanda yang dimaksud mengindikasikan peluang NATO melemah, bahkan hancur di area masa depan.
Alasannya beragam, termasuk para anggotanya yang dimaksud memiliki jadwal sendiri, juga beberapa lainnya yang meragukan relevansi NATO pada era modern.
Tanda Kehancuran NATO di tempat Depan Mata
1. Retaknya Solidaritas Antar Anggota
Sejak didirikan pada 1949, NATO bergantung pada prinsip collective defense atau pertahanan kolektif. Maknanya, serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua.
Namun, kepercayaan antar anggota NATO mulai goyah akibat berbagai perbedaan kepentingan serta ketegangan diplomatik. Contoh mudahnya adalah Amerika Serikat yang tersebut sempat menyoroti pembagian beban anggaran pertahanan.
Melansir CBSNews, Amerika Serikat sejak lama memang sebenarnya mengoreksi negara-negara anggota lain lantaran tiada memenuhi target belanja militer yang digunakan disepakati pada NATO.
Sebaliknya, Presiden Donald Trump mengumumkan Negeri Paman Sam menanggung beban yang mana tiada semestinya menghabiskan lebih banyak banyak uang untuk membantu menjamin pertahanan Eropa daripada anggota NATO lainnya.

