PLN EPI Dorong Inovasi Digital Perkuat Tata Kelola Energi Primer

JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia ( PLN EPI ) berhasil meraih tiga penghargaan pada kompetisi Indonesia Digital Innovation & Achievement Awards (IDIA) 2024, yang diselenggarakan oleh Business Asia Indonesia. Penghargaan ini diberikan melawan sumbangan PLN EPI di perubahan digital, kepemimpinan teknologi, serta implementasi digital yang tersebut unggul pada sektor energi juga rantai pasok tambang.
Sekretaris Korporasi PLN EPI, Mamit Setiawan menjelaskan penghargaan ini merupakan komitmen PLN EPI pada menggalakkan perubahan teknologi juga digitalisasi disetiap lini operasional, menjamin efisiensi, transparansi, dan juga peningkatan pelayanan terhadap pelanggan dan juga mitra bisnis.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh kelompok PLN EPI yang tersebut terus berinovasi di menghadirkan solusi digital terbaik pada sektor energi primer. Transformasi digital bukanlah sekadar tren, tetapi keharusan untuk meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, lalu daya saing Korporasi di dalam berada dalam tantangan global,” ujar Mamit pada keterangan tertulis, Hari Minggu (29/12/2024).
Transformasi digital yang digunakan diusung oleh PLN EPI bukanlah sekadar upaya adaptasi terhadap tren global, melainkan langkah strategis untuk menjamin rantai pasok energi primer dapat berjalan lancar serta stabil. Dengan mengintegrasikan teknologi digital ke pada setiap aspek operasionalnya, PLN EPI saat ini mampu memantau ketersediaan serta distribusi energi secara real-time.
Melalui penerapan sistem digital yang tersebut terintegrasi, PLN EPI dapat menjalankan distribusi energi dengan tambahan efektif, meminimalkan risiko gangguan pasokan, dan juga memverifikasi setiap pembangkit listrik PLN Grup mendapatkan suplai energi yang tersebut dibutuhkan dengan tepat waktu serta jumlah keseluruhan yang dimaksud sesuai.
Lebih lanjut, Mamit menekankan bahwa stabilitas rantai pasok energi primer merupakan faktor krusial pada membantu ketahanan energi nasional. PLN EPI memahami bahwa keberlanjutan operasional Korporasi harus berjalan seiring dengan prinsip-prinsip tanggung jawab lingkungan serta sosial.
“Oleh sebab itu, Organisasi terus melakukan diversifikasi sumber energi primer dengan memaksimalkan penyelenggaraan energi yang tersebut lebih banyak ramah lingkungan, seperti biomassa lalu gas alam. Hal ini dijalankan sebagai bagian dari upaya membantu transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060,” kata Mamit.
Ajang IDIA 2024 dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk para pakar di area bidang teknologi, komunikasi, dan juga manajemen strategis. Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi melawan upaya PLN EPI di mengakibatkan perubahan fundamental yang berkelanjutan melalui digitalisasi.
“Digitalisasi bukanlah sekadar alat, melainkan fondasi penting untuk menegaskan stabilitas rantai pasok energi primer. Dengan teknologi yang kami miliki, distribusi energi dapat diatur dengan presisi, transparansi, juga akuntabilitas yang digunakan tambahan baik. Ini adalah tiada hanya sekali menegaskan ketersediaan energi untuk seluruh pembangkit PLN Grup, tetapi juga meningkatkan keandalan di memenuhi permintaan energi nasional,” kata dia.

