Sering sulit bilang tidak? ini cara berhenti jadi “people pleaser”

Ibukota – Sering kali, keinginan untuk menyenangkan pendatang lain menyebabkan seseorang lupa pada dirinya sendiri.
Niat awalnya kemungkinan besar sekadar ingin membantu, menjaga hubungan baik, atau menyavoid konflik. Tapi kalau terus dibiarkan, kebiasaan ini bisa saja menimbulkan lelah secara emosional.
Setiap kali ada ajakan atau permintaan tambahan, rasanya sulit untuk menolak. Padahal, hati sebenarnya sedang bukan siap atau ingin menolak. Namun, rasa bersalah kemudian takut dianggap tiada peduli kerap kali menciptakan seseorang terus mengiyakan, walau harus mengorbankan kenyamanan diri sendiri.
Kalau kondisi ini terasa akrab bagi Anda, tenang cuma berbagai pemukim pernah mengalaminya. Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa saja diubah. Berikut beberapa cara yang bisa jadi dicoba untuk perlahan-lahan berhenti jadi people pleaser, tanpa merasa bersalah atau menimbulkan hubungan jadi renggang.
1. Buat batasan yang sehat
Penting untuk tahu batasan diri. Pikirkan hal-hal yang dapat lalu tidaklah bisa saja dilakukan, tak lama kemudian ungkapkan dengan jelas ke penduduk lain. Misalnya, apabila sedang sibuk, bukan penting memaksakan diri untuk membantu. Katakan belaka dengan sopan, “maaf, saya belum dapat bantu sekarang”.
2. Mulai dari hal kecil
Tidak harus secara langsung berubah total. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti menolak permintaan kecil, menyampaikan pendapat, atau memohonkan bantuan pada waktu butuh. Semakin banyak melatih diri, lama-lama akan terbiasa juga lebih banyak percaya diri untuk berkata “tidak” ketika memang benar tiada sanggup.
3. Tahu prioritas
Luangkan waktu untuk berpikir tentang mana yang tersebut penting serta mana yang digunakan mampu ditunda. Menyenangkan khalayak lain memang sebenarnya baik, tapi bukanlah berarti harus mengorbankan hal-hal yang mana jadi prioritas pribadi. Menolak ajakan bukanlah berarti egois melainkan itu adalah bentuk menghargai waktu lalu energi diri sendiri.
4. Latih diri dengan pikiran positif
Kalau mulai merasa bersalah ketika ingin menolak, coba tenangkan diri dengan kalimat positif. Ingatkan diri bahwa beristirahat tidak kesalahan, serta bukan harus terus-menerus ada untuk semua pendatang setiap saat. Kita juga butuh ruang untuk diri sendiri.
5. Jangan secara langsung menjawab
Kalau ada yang digunakan minta bantuan atau ajakan, tidak ada harus secara langsung jawab. Katakan, “boleh saya pikir-pikir dulu?” atau “saya cek jadwal dulu, ya.” Memberi waktu sejenak mampu bantu mengkaji situasinya dengan lebih besar jernih dan juga menjaga dari kebijakan yang digunakan terburu-buru.
6. Perhatikan pola hubungan
Coba perhatikan, apakah ada orang-orang yang dimaksud hanya saja datang pada waktu butuh bantuan tapi jarang memberi dukungan balik? Kalau iya, mungkin saja sudah ada waktunya untuk lebih lanjut tegas. Kita punya hak untuk menjaga diri serta tidak ada harus setiap saat tersedia untuk semua orang.
7. Tolak tanpa wajib sejumlah alasan
Saat ingin menolak, cukup komunikasikan secara sopan tanpa perlu alasan panjang. Misalnya, “terima kasih telah mengajak, tapi saya belum dapat ikut". Semakin berbagai penjelasan, kadang justru membuka ruang untuk didesak kembali.
Artikel ini disadur dari Sering sulit bilang tidak? ini cara berhenti jadi “people pleaser”

