Benarkah Hizbullah Terlibat Memprovokasi Konflik Berdarah Terbaru dalam Suriah?

DAMASKUS – Inisiatif perlawanan Lebanon, Hizbullah , dengan tegas mengkritik tuduhan keterlibatan di bentrokan mematikan baru-baru ini pada Suriah, serta mengumumkan tuduhan yang disebutkan “tak berdasar.”
Dalam pernyataan yang digunakan dirilis pada Sabtu, Kantor Hubungan Media Massa Hizbullah mendesak media untuk berhati-hati pada melaporkan berita juga menghindari kampanye misinformasi yang tersebut melayani program kebijakan pemerintah asing.
“Beberapa pihak terus melibatkan nama Hizbullah di perkembangan yang tersebut terjadi pada Suriah dan juga menuduhnya sebagai pihak pada konflik yang dimaksud sedang berlangsung di dalam sana,” katanya, dilansir Press TV. “Hizbullah dengan jelas serta tegas membantah tuduhan tak berdasar ini.”
Pernyataan itu muncul dua hari pasca militan Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) dari rezim penguasa sementara di dalam Suriah kemudian kelompok oposisi bersenjata terlibat pada konfrontasi mematikan.
Bentrokan terjadi dalam wilayah pesisir barat laut negara itu, yang mana sebagian besar dihuni oleh sekte minoritas Alawite. Mantan Presiden Suriah Bashar Assad juga berasal dari komunitas Alawi.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Individu (SOHR) menyatakan lebih besar dari 1.000 orang tewas di dua hari pertempuran di dalam provinsi Tartus dan juga Latakia. Angka yang dimaksud mencakup 745 warga sipil, yang sebagian besar tewas akibat eksekusi, selain 125 militan HTS dan juga 148 anggota kelompok oposisi, tambah pemantau yang mana bermarkas di dalam Inggris tersebut.
Kelompok pemantau lainnya, Jaringan Hak Asasi Individu Suriah (SNHR) menyatakan HTS melakukan “eksekusi lapangan yang dimaksud meluas” terhadap pemuda juga pria dewasa “tanpa pembedaan yang dimaksud jelas antara warga sipil serta lainnya.”
Kekerasan itu meletus tiga bulan setelahnya militan HTS yang digunakan didukung asing mengumumkan jatuhnya pemerintahan Assad menyusul serangan cepat selama dua minggu.

