Pemikiran Inovatif Agama di Pembangunan Berkelanjutan Menuai Sorotan

JAKARTA – Direktur Paramadina Center for Religion and Philosophy (PCRP) Universitas Paramadina, Budhy Munawar-Rachman menyoroti pemikiran inovatif Denny JA tentang “Agama sebagai Warisan Kultural Milik Bersama” pada sebuah refleksi mendalam.
Menurut Budhy, pendekatan ini tak hanya sekali menawarkan cara pandang baru di memahami agama, tetapi juga mempunyai relevansi strategis bagi pembangunan berkelanjutan dalam era modern.
Budhy juga Ahmad Gaus baru sekadar menuliskan buku berjudul Teori Denny JA Soal Agama juga Spiritualitas di area Era AI: Agama Sebagai Warisan Budaya Milik Kita Semua. Buku ini akan menjadi sumber utama dari modul kuliah, mengakibatkan teori Denny JA itu ke ruang kelas berbagai kampus.
Menurut Budhy, pada pemikirannya, Denny JA memoderasi klaim kebenaran mutlak yang banyak melekat pada doktrin keagamaan dan juga lebih lanjut menekankan bahwa agama adalah hasil dari evolusi budaya yang digunakan terus berkembang.
Dengan mengawasi agama sebagai warisan kultural milik bersama, kita dapat membuka ruang yang tersebut lebih tinggi luas bagi dialog antaragama, pluralisme, lalu integrasi nilai-nilai spiritual di berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, sosial, juga lingkungan.
Budhy menegaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan rencana Sustainable Development Goals (SDGs) yang diusung oleh PBB.
“SDGs adalah upaya kolektif global untuk menciptakan dunia yang lebih banyak adil, sejahtera, lalu demokratis. Dengan memahami agama sebagai bagian dari budaya yang digunakan hidup lalu berkembang, kita dapat lebih tinggi efektif menggerakkan komunitas keagamaan pada mengupayakan program-program perkembangan berkelanjutan,” ujar Budhy dikutipkan Mulai Pekan (17/2/2025).

