Persib Bandung tunjuk Djadjang Nurjaman sebagai direktur teknik

Perkotaan Bandung – Persib Bandung resmi menunjuk Djadjang Nurdjaman sebagai direktur teknik yang tersebut akan fokus pada pengembangan pemain muda sebagai bagian dari penguatan fondasi jangka panjang klub.
Deputi direktur utama PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan mengutarakan penunjukan Djadjang Nurdjaman atau yang tersebut akrab disapa Djanur ini berubah menjadi bagian dari tahapan perubahan struktural menyeluruh yang mana sedang dijalani Persib guna meningkatkan kekuatan daya saing klub di masa depan.
“Persib pada waktu ini tidaklah belaka sedang bertransformasi, tetapi juga berevolusi di bermacam aspek. Salah satu fokus utama kami adalah penguatan sistem pembinaan pemain muda,” kata Adhitia ke Bandung, Jumat.
Menurut Adhitia, tempat Djanur nantinya akan berada pada luar bentuk kelompok utama, namun miliki peran strategis pada memperkuat penguatan keseluruhan tim.
Ia menyampaikan pengalaman juga pemahaman Djadjang terhadap kultur sepak bola Bandung berubah jadi alasan utama penunjukannya.
“Kami membutuhkan sosok yang digunakan memahami secara mendalam kultur sepak bola Bandung lalu miliki pengalaman melatih dalam level tertinggi. Kami yakin Djadjang Nurdjaman adalah figur yang digunakan tepat untuk mengemban tugas ini,” ujarnya.
Sebagai direktur teknik, Djanur akan bertanggung jawab menyusun kurikulum pembinaan pemain muda dan juga mencari dan juga mengembangkan bibit potensial yang dimaksud dapat berubah menjadi bagian dari regenerasi grup utama Persib.
“Peran direktur teknik sangat penting pada memberikan arahan yang dimaksud tepat terkait pembinaan pemain usia muda. Kurikulum yang dimaksud disusun juga akan melengkapi sistem yang dimaksud sudah berjalan di Akademi Persib, sekaligus bermetamorfosis menjadi acuan pada pengembangan sepak bola usia dini di Daerah Perkotaan Bandung,” kata Adhitia.
Djanur tidak sosok asing bagi Persib Bandung. Pria kelahiran Majalengka, 30 Maret 1964 itu pernah membela Maung Bandung sebagai pemain pada dua periode, yakni 1977–1978 juga 1986–1992.
Selepas gantung sepatu, ia melanjutkan kiprahnya sebagai pembimbing pada bermacam posisi, salah satunya sebagai ahli kepala yang digunakan mengakibatkan Persib menjuarai Negara Indonesia Super League (ISL) 2014 kemudian Piala Presiden 2015.
Artikel ini disadur dari Persib Bandung tunjuk Djadjang Nurjaman sebagai direktur teknik

