Prabowo ke Acara PKB: Menteri Cari Uang dari APBN hingga Tunggu Undangan PDIP

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto hadir di acara rapat koordinasi nasional legislatif Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB ke Hotel Sahid, Jakarta, Kamis kemarin, 10 Oktober 2024.
Ada tiga poin mendebarkan yang mana disampaikan Prabowo di sambutannya. Pertama, Prabowo memohonkan partai kebijakan pemerintah (parpol) koalisinya yang digunakan mendapatkan jabatan menteri bukan memanfaatkan sikap yang disebutkan untuk mengeruk Anggaran Pendapatan lalu Belanja Negara (APBN).
Kedua, Menteri Defense di dalam Kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu mengajukan permohonan memohon pejabat negara ke pemerintahannya mendatang menjelaskan keadaan sesuai apa yang dimaksud berlangsung dalam lapangan.
Ketiga, Ketua Umum Partai Gerindra itu berkelakar menyinggung ihwal undangan dari Partai Demokrasi Nusantara Perjuangan atau PDIP. Berikut pernyataan lengkapnya.
Cari uang dari APBN
Prabowo memohonkan partai kebijakan pemerintah koalisinya yang mendapatkan jabatan menteri bukan memanfaatkan sikap yang dimaksud untuk mengeruk APBN. Prabowo mengatakan, arahan yang dimaksud sudah ada beliau komunikasikan terhadap semua ketua partai koalisi yang digunakan mendukungnya.
“Saya katakan, jangan menugaskan menteri-menteri yang saudara tunjuk, pada pemerintahan yang saya pimpin, jangan saudara tugaskan untuk cari uang dari APBN,” katanya.
Dia menyatakan akan berlaku tegas bila partai kebijakan pemerintah memanfaatkan sikap menteri untuk meraup keuntungan.
“Ini era digital serta teknologi, pengamatan sangat cepat, jangan coba-coba,” katanya.
Prabowo mengakui bahwa partai kebijakan pemerintah membutuhkan sumber daya untuk mampu bergerak. Namun ia menekankan sumber pendanaan partai urusan politik mesti diperoleh melalui cara yang tak bertentangan dengan hukum.
Untuk itu, Prabowo mengatakan, pendanaan partai kebijakan pemerintah bisa saja didanai dari kekayaan negara. Namun, ujar dia, diperlukan pengelolaan sumber kekayaan yang disebutkan agar terserap maksimal ke pada kas negara.
“Ini terbuka saja, mari kita kelola kekayaan kita sehingga kita mampu mengupayakan semua institusi dengan baik, terang-terangan, kenapa tidak,” katanya.
Tak memperhalus bahasa
Prabowo meminta-minta pejabat negara dalam pemerintahannya mendatang menjelaskan keadaan sesuai apa yang dimaksud berjalan di lapangan. Sebab, Prabowo meninjau masih terdapat penghalusan bahasa sehingga terkesan bukan jujur. Menurut dia, penghalusan bahasa yang dimaksud telah berubah menjadi kebiasaan khalayak Indonesia.
“Dia tidak miskin, beliau prasejahtera. Ya bilang miskin, ya, miskin gitu loh. Enggak enak, tetapi kita sebagai pemimpin harus berani meninjau itu. Kita harus berani meninjau kesulitan,” kata Prabowo.
Prabowo menyatakan telah saatnya semua pihak berkata sesuai situasi yang dimaksud berlangsung tanpa mencari istilah yang sedap didengar.
“Saya lihat pemukim Nusantara ini memang sebenarnya suka menghaluskan bahasa,” katanya.
- 1
- 2
- Selanjutnya
Artikel ini disadur dari Prabowo di Acara PKB: Menteri Cari Uang dari APBN hingga Tunggu Undangan PDIP

