Terkini: Prabowo Pegang Fakta Organisasi Nakal yang digunakan Bikin Penerimaan Negara Bocor, Sri Mulyani Diajak Basuki Hadimuljono Duet

Jakarta – Berita-berita terkini sektor ekonomi lalu kegiatan bisnis hingga Kamis sore, 10 Oktober 2024 dimulai dari Presiden terpilih Prabowo Subianto disebut memegang data banyak perusahaan nakal yang tersebut memproduksi penerimaan negara mengalami kebocoran hingga Mata Uang Rupiah 300 triliun. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.
Disusul, rakyat pesisir Nusantara berunjuk rasa pada Kementerian Kelautan lalu Perikanan (KKP), DKI Jakarta Pusat, pada Kamis, 10 Oktober 2024. Aksi ini dikerjakan sebagai respons berhadapan dengan pemerintah Jokowi yang mana kembali membuka keran ekspor pasir laut setelahnya 20 tahun dilarang.
Selanjutnya, adik presiden terpilih Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, menanggapi santai kabar ia diduga bermasalah dengan pemerintahan Swiss terkait perpajakan.
Disusul, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kemudian Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berduet di dalam auditorium Kementerian PUPR. Dua menteri di kabinet Presiden Jokowi ini membawakan lagu yang tersebut dipopulerkan Krisdayanti, ‘Menghitung hari’.
Terakhir, Presiden terpilih, Prabowo Subianto, mengungkapkan ketika ini ada berbagai istilah-istilah yang mana digunakan untuk menjelaskan kemiskinan. Menurut Prabowo, orang-orang terlalu pintar untuk mencari-cari istilah baru untuk menjelaskan kemiskinan.
Kelima berita ini paling banyak diakses pembaca kanal Sektor Bisnis juga Bisnis Tempo.co.
Berikut ringkasan lima berita yang trending tersebut:
Selanjutnya: 1. Prabowo Pegang Fakta Berbagai Perusahaan Nakal….
- 1
- 2
- 3
- 4
- Selanjutnya
Artikel ini disadur dari Terkini: Prabowo Pegang Data Perusahaan Nakal yang Bikin Penerimaan Negara Bocor, Sri Mulyani Diajak Basuki Hadimuljono Duet

