Negeri Paman Sam Setop Pendanaan Penjualan Senjata Baru ke negeri Ukraina

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menangguhkan pendanaan untuk pemasaran senjata baru ke Ukraina, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber yang tersebut tak disebutkan namanya.
Dalam artikel pada hari Awal Minggu (3/3/2025), publikasi yang disebutkan mengatakan, “Washington telah lama menghentikan pembiayaan jualan senjata baru ke tanah Ukraina lalu sedang mempertimbangkan membekukan pengiriman senjata dari persediaan AS.”
Segera setelahnya memangku jabatan pada bulan Januari, Trump menangguhkan semua bantuan asing, termasuk bantuan militer, kecuali ke negeri Israel dan juga Mesir, sambil mengantisipasi peninjauan.
Sementara itu, Axios mengklaim Trump akan mengadakan pertemuan pada hari Hari Senin sore mengenai konflik Ukraina, “termasuk kemungkinan penangguhan bantuan militer AS.”
Menurut outlet media tersebut, Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Defense Pete Hegseth, Penasihat Ketenteraman Nasional Mike Waltz lalu beberapa pejabat senior lainnya diperkirakan akan ambil bagian.
The Washington Post, mengutip orang pejabat senior Amerika Serikat yang tersebut tidaklah disebutkan namanya, memuat laporan sejenis pada hari Senin, yang mengungkapkan Trump akan mengadakan rapat di dalam kemudian hari untuk “membahas apakah akan mengakhiri bantuan militer ke Ukraina.”
Surat kabar itu mengklaim selain menghentikan pengiriman senjata kemudian peralatan ke Kiev, penghentian pembagian informasi intelijen lalu pelatihan bagi pasukan lalu pilot negeri Ukraina juga sedang dipertimbangkan.
Pada hari Minggu, Presiden tanah Ukraina Volodymyr Zelensky meramalkan perjanjian damai antara negaranya dan juga Rusia “masih sangat, sangat jauh.”
Dia juga menyatakan keyakinannya meskipun terjadi pertikaian sengit dengan Trump juga Vance di area Gedung Putih pada hari Jumat, “Ukraina memiliki kemitraan yang tersebut cukup kuat dengan Amerika Serikat” untuk menjaga agar bantuan tetap saja mengalir.
Mengomentari pernyataan pemimpin negeri Ukraina itu dalam sistem Truth Social miliknya, Presiden Trump menggambarkannya sebagai “pernyataan terburuk yang dimaksud dapat dibuat Zelensky.”

