Ogawa prihatin klub kurang percaya pada kualitas wasit lokal

DKI Jakarta – Wakil Ketua Komite wasit PSSI Yoshimi Ogawa menyatakan prihatin terhadap adanya sentimen bahwa sebagian klub Turnamen 1 kurang percaya untuk kualitas wasit lokal.
“Saya sangat sedih. Kami sangat sedih. Sebenarnya, dalam lapangan, siapa yang tersebut ada? Pemain juga wasit. Kemudian, konselor kami, Pak Erick (Thohir), menyampaikan bahwa kami benar-benar ingin meningkatkan kualitas sepak bola, bukan? Tapi apakah hanya sekali pemain cuma cukup? Tidak. Kita juga harus meningkatkan kualitas wasit lokal kita. Maka dari situ kita sanggup meningkatkan kualitas sepak bola,” kata Ogawa dalam Jakarta, Rabu.
“Saya bisa saja mengerti akan perasaan khawatir mereka. Tapi kalau kita mulai banyak mengundang wasit asing, apa yang mana akan terjadi? Apakah itu akan benar-benar meningkatkan kualitas sepak bola Negara Indonesia atau tidak? Itu jawaban saya. Saya ingin menyampaikan poin ini,” lanjutnya.
Beberapa waktu lalu, grup yang dimaksud sedang berjuang di zona degradasi, Semen Padang, sempat memohonkan agar pertandingan-pertandingan tersisa mereka itu dalam Kejuaraan 1 musim ini untuk dipimpin wasit-wasit asing.
Sejumlah wasit asing sudah ditugaskan untuk menjadi pemimpin pertandingan-pertandingan Kompetisi 1 musim ini, seperti Adham Makhadmeh (Yordania), Nazmi Nasaruddin (Malaysia), kemudian Ko Hyung-jin (Korea Selatan). Sejauh ini tidaklah ada keluhan berarti mengenai kepemimpinan wasit-wasit asing tersebut.
Ogawa menyatakan untuk masa yang tersebut akan datang, PSSI masih akan mencoba mendatangkan wasit-wasit berkualitas dari luar negeri. Namun pihaknya masih harus menyesuaikan ketersediaan mereka.
“Sebenarnya sekarang kami ingin mengundang wasit-wasit berkualitas dari luar negeri. Mungkin setiap bulan, kalau bisa jadi mengundang satu wasit asing secara rutin, itu bagus, bahkan dari Eropa. Tapi kadang sulit menyesuaikan jadwal mereka, oleh sebab itu liga mereka juga masih berjalan, juga juga kompetisi AFC masih berlangsung,” ujar pria jika Jepun itu.
Selain hambatan ketersediaan, salah satu hal yang mana juga harus berubah menjadi perhatian untuk mendatangkan wasit-wasit asing adalah upah mereka.
Ogawa memberikan contoh bahwa untuk mendatangkan wasit dari Jerman diperlukan biaya sekira 3.000 sampai 5.000 dolar Negeri Paman Sam untuk jasa mengawasi satu pertandingan.
“Tentu, kami akan teruskan. Bahkan pada Mei akan ada empat pertandingan (Liga 1) lagi yang dimaksud dipimpin wasit asing. Tapi fokus kami adalah untuk belajar dari mereka. Kami harus masih memberi kesempatan bagi wasit lokal Negara Indonesia untuk tumbuh serta mengupayakan kemajuan sepak bola Indonesia,” pungkasnya.
Artikel ini disadur dari Ogawa prihatin klub kurang percaya pada kualitas wasit lokal

